NADIKABAR.COM — Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam menentukan arah pemajuan kebudayaan daerah melalui penyusunan cetak biru Haluan Pemajuan Kebudayaan.
Ketua Dewan Kebudayaan NTB Abdul Wahid di Mataram, Senin, mengatakan keterlibatan anak muda menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat dalam upaya memajukan kebudayaan NTB.
"Banyak kalangan mengatakan mereka abai terhadap proses kebudayaan, ternyata tidak," ucap Abdul Wahid.
Ia menuturkan generasi muda membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka menyampaikan gagasan, sekaligus menunjukkan peran dalam pemajuan kebudayaan.
Menurut dia, aktivitas yang dilakukan generasi muda selama ini juga perlu dipahami sebagai bagian dari perkembangan kebudayaan.
"Mereka cuma tidak punya cara bagi orang tua untuk mendengarkan suara-suara mereka, menampung aspirasi-aspirasi mereka, dan mendefinisikan bahwa yang mereka kerjakan adalah pemajuan kebudayaan," kata Abdul Wahid.
Dewan Kebudayaan NTB saat ini tengah menyusun Haluan Pemajuan Kebudayaan Daerah NTB yang berlaku jangka panjang hingga tahun 2045. Dokumen tersebut sedang memasuki tahap finalisasi dan direncanakan dapat diakses oleh masyarakat pada Desember 2026.
Haluan tersebut diharapkan menjadi arah bersama dalam menggerakkan pemajuan kebudayaan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi, mahasiswa, dan komunitas.
Wahid menyampaikan pemajuan kebudayaan tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah atau lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan, seperti museum dan taman budaya.
Program pemajuan kebudayaan perlu menjadi gerakan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar upaya pelindungan dan pengembangan kebudayaan dapat tumbuh dari berbagai unsur masyarakat.
"Itu adalah warna utama dari haluan pemajuan kebudayaan yang sedang kami susun dan dalam proses finalisasi," pungkas Wahid.