Teknologi, menurut dia, semestinya memperkuat demokrasi, bukan melemahkan institusi yang menopangnya.

Komarudin menegaskan, jurnalis di kawasan Asia perlu memperkuat kerja sama dan bertukar pengalaman untuk menghadapi perubahan lanskap media. Solidaritas regional dinilai penting agar kepentingan jurnalisme tetap diperhatikan dalam perkembangan teknologi global.

"Prinsip yang harus kita pertahankan itu sederhana: Mereka yang menciptakan nilai publik seharusnya mendapatkan bagian yang adil dari nilai yang mereka ciptakan. Oleh karena itu, forum ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar jurnalisme itu sendiri. Ini adalah percakapan tentang demokrasi, teknologi, ekonomi, etika, dan masa depan masyarakat kita," katanya.

Ia mengatakan, ASEAN Forum on the Protection of Journalistic Works in the Copyright Regime in the Digital Era memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membahas masa depan industri pers. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mendiskusikan demokrasi, teknologi, ekonomi, etika, dan masa depan masyarakat.

Komarudin berharap forum itu dapat memperkuat solidaritas jurnalis ASEAN sekaligus menjadi wadah untuk merumuskan masa depan ketika teknologi melayani jurnalisme, bukan sebaliknya.

Ia mengajak peserta forum tidak hanya mendiskusikan masa depan jurnalisme, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam membentuknya.