"Para investor membutuhkan kepastian. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa aturan itu jelas, kontrak dihormati dan dipatuhi, serta kebijakan bersifat konsisten. Berbagai studi menunjukkan bahwa supremasi hukum memiliki kaitan terkuat dengan kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi di banyak negara," kata Luhut.

Luhut lebih lanjut mengatakan dirinya memberi tahu Menteri Luar Negeri Wang Yi bahwa Indonesia memiliki pusat penelitian AI sendiri di Kura-Kura Bali karena kecerdasan buatan sangat penting saat ini.

Luhut bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Kamis (17/9) di Beijing untuk menegaskan pentingnya hubungan persahabatan dan rasa percaya antara kedua negara.

"Menurut saya, kini kita perlu melangkah lebih jauh: dari sekadar alih teknologi menuju inovasi bersama, serta dari pabrik-pabrik menuju riset dan pengembangan talenta," tambah Luhut.

Saat perusahaan China berinvestasi di Indonesia, Luhut mengatakan pihaknya ingin perusahaan tersebut sukses, tapi mereka juga ingin investasi tersebut membangun keterampilan, teknologi, riset, kapabilitas, dan rantai pasok lokal Indonesia.

"Di dunia yang semakin terfragmentasi, Indonesia dan China seharusnya tidak semakin menjauh. Kita seharusnya semakin dekat, harus memperdalam hubungan ekonomi kita, harus memperluas operasi teknologi kita dan yang terpenting, kita harus membangun kemitraan yang menciptakan kemakmuran bagi rakyat," Jelas Luhut.