Ia pun meminta agar para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di China menyadari bahwa peran China bagi Indonesia sangatlah krusial terutama dalam 10 tahun terakhir.

"Saya sering mendapat tekanan saat bertemu dengan rekan-rekan lain. Mereka bertanya, 'Mengapa Anda begitu dekat dengan China?' Saya menjawab, bagi kami, ini adalah soal kelangsungan hidup. Indonesia harus bertahan dan agar bisa bertahan, kita membutuhkan investasi yang masuk ke Indonesia, kita juga perlu melihat peluang pasar, kita ingin adanya kerja sama penelitian, ada begitu banyak hal yang kita butuhkan," kata Luhut.

Nilai perdagangan Indonesia-China pada 2025 mencapai 167 miliar dolar AS sedangkan investasi adalah 7,6 miliar dolar AS. Sementara hingga Juli 2026, nilai perdagangan keduanya telah mencapai 120 miliar dolar AS dan diperkirakan dapat mencapai 207 miliar dolar AS pada akhir tahun sementara investasi dari China dan Hong Kong sampai Juni 2026 sudah 10,2 miliar dolar AS.

"Sebagai penutup, jangan ragu untuk kembali ke Indonesia setelah Anda menghabiskan waktu bekerja di China. Anda bisa melihat sendiri bahwa Indonesia akan terus berkembang maju dan saya berjanji kepada Anda meski generasi saya telah membuat banyak kesalahan, saya tidak ingin melihat Anda mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut," kata Luhut.

Ikut mendampingi Luhut dalam kunjungan tersebut Bersama Luhut, hadir juga Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Sekretaris Eksekutif DEN Setipan Hario Seto, Direktur Ekesekutif DEN Mochammad Firman Hidayat, anggota DEN Heriyanto Irawan, penasihat khusus bidang Hubungan Internasional Jona Widhagdo Putri dan pejabat terkait lainnya.