"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," kata Prabowo saat berpidato pada Eastern Economic Forum di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Dia berbicara satu panggung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hasil dari perdagangan yang saling melengkapi tim redaksi Indonesia dan Rusia, menurutnya juga cukup menjanjikan. Pada 2025 saja volume perdagangan dua negara tercatat meningkat 21%, mendekati US$ 5 miliar nominalnya.

"Tahun lalu, pada 2025, perdagangan bilateral kita mendekati US$ 5 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2024, dan meningkat 33,7% dibandingkan 2023," lanjut Prabowo.