Kondisi tersebut wajib dijawab lewat penguatan kapasitas produksi domestik yang diiringi penciptaan sumber energi baru. Pertamina lantas menjalankan Dual Growth Strategy dengan dua fokus utama yang berjalan beriringan. Perusahaan tetap mengoptimalkan bisnis pasokan BBM eksisting, sembari agresif mengembangkan portofolio bisnis rendah karbon.

"Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kita harus menjaga ketahanan produksi agar masyarakat tetap mendapatkan BBM. Di sisi lain, kita juga membangun bisnis rendah karbon dan energi baru terbarukan," jelasnya.

Pada lini rendah karbon, Pertamina terus mengeksplorasi potensi panas bumi, energi surya, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF). Salah satu inovasi paling menonjol adalah pengolahan minyak jelantah (used cooking oil) menjadi bahan baku SAF di Kilang Pertamina Cilacap.

Bahan bakar penerbangan ramah lingkungan ini telah melalui rangkaian uji klinis yang sangat ketat.