NADIKABAR.COM — Daihatsu Rocky Hybrid belum lama ini diperkenalkan di Kota Batam. Menariknya, harga Rocky Hybrid di Batam lebih murah sekitar Rp 10 jutaan dari harga Rocky Hybrid di Jakarta. Apa sebabnya?
"Kalau di luar Batam memang Rocky Hybrid itu di harga Rp 290-an juta ya. Nah buat di Batam, karena terkait dengan daerah zona bebas pajak, jadi harga Rocky Hybrid di Batam harganya agak lebih miring dibanding harga di DKI ya," kata Purnama YP selaku Kepala Cabang AI-DSO (Astra International-Daihatsu Sales Operation).
Di Batam, Daihatsu Rocky Hybrid dipasarkan dengan harga sekitar Rp 289.500.000 dengan pilihan warna yakni laser blue, hitam, dan putih. Daihatsu mendorong penjualan Rocky di Batam karena penjualannya cukup bagus di sini, mencapai 50 unit per bulan.
Meski harga Rocky Hybrid di Batam jauh lebih murah, mobil ini tak bisa sembarangan keluar Batam. Kata Purnama, jika Rocky Hybrid pelat Batam ingin keluar daerah, maka harus membayar PPN 11%.
"Sebenarnya bisa keluar (Batam) asal bayar PPN yang 11%. Jadi sebenarnya bukan berlaku buat Rocky Hybrid saja, tapi juga buat merek atau brand (mobil impor CBU lain), di mana ketika dia FTZ (free trade zone), maka keluar Batam harus bayar PPN 11%," tambah Purnama.
Sebagai informasi, Daihatsu Rocky Hybrid masih diimpor secara utuh dari Jepang alias CBU, jadi mobil ini mendapatkan keringanan yakni berupa pembebasan pajak. Dalam kawasan FTZ, beberapa jenis pajak seperti bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dapat dibebaskan.
Bisa dilihat ciri-cirinya kalau mobil yang beredar di Batam tidak dikenakan pajak-pajak tersebut. Ciri khususnya adalah penggunaan pelat nomor. Kendaraan yang dibebaskan pajak di wilayah FTZ menggunakan pelat nomor hijau dengan diakhiri huruf tertentu seperti X, Z atau V.