Imam Bukhari wafat pada 1 Syawal 256 H atau 1 September 870 M di Khartank, sebuah kawasan dekat Samarkand.

Disebutkan dalam buku Discovering Uzbekistan karya Rahma Ahmad, kompleks makam Imam Bukhari berada di kawasan Samarkand, Uzbekistan. Lokasinya tidak berada di pusat kota, melainkan sekitar 25 km dari Samarkand.

Makam Imam Bukhari berdiri megah dengan detail arsitektur menarik. Dinding dan langit-langit bangunan makam dipenuhi ukiran berwarna biru dan putih.

Merangkum dari buku Memetik Hikmah Sebuah Wabah karya Jusuf Irianto, dikisahkan bahwa makam Imam Bukhari memiliki sejarah unik yang berkaitan dengan Presiden Soekarno.