NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan konsep insentif melalui mekanisme pasar karbon bagi investor yang menanamkan modal pada proyek hijau di Indonesia. Tawaran itu disampaikannya di hadapan lebih dari 20 CEO dalam High Level and CEO Forum on Low-Emission Rice and Sustainable Agriculture dalam rangkaian kegiatan United Nations General Assembly (UNGA) ke-81 dan NY Climate Week 2026 di New York, AS, beberapa waktu lalu.
Menurut Zulhas, peluang memperoleh nilai tambah dan insentif dari aksi penurunan emisi membuat investasi hijau lebih menarik.
Dia juga memaparkan peluang investasi hijau di tiga sektor: pangan melalui pengembangan padi rendah emisi, persampahan melalui pengolahan sampah bernilai ekonomi, dan kelautan melalui pengembangan karbon biru atau blue carbon.
Dia turut mengajak pelaku usaha global menjajaki proyek yang dapat berkontribusi membantu menutup kebutuhan pembiayaan aksi iklim Indonesia sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempertemukan kebutuhan pembiayaan aksi iklim dengan proyek yang dapat dijalankan di lapangan. Indonesia membutuhkan kemitraan yang mendukung penurunan emisi sekaligus meningkatkan produksi pangan, memberi manfaat bagi petani dan nelayan, serta menyelesaikan persoalan sampah," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).