"Indonesia menghadapi kedaruratan sampah yang harus segera diatasi, salah satunya melalui waste to energy. Oleh karenanya Pemerintah Indonesia mendorong investasi hijau sektor sampah sebagai prioritas," tutur Zulhas.
Sementara di sektor kelautan, investasi hijau diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk mendorong potensi blue carbon. Pertemuan di New York menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menjemput mitra investasi hijau secara langsung.
"Pesan yang dibawa pemerintah ialah bahwa aksi iklim harus dapat diterjemahkan menjadi proyek nyata: memiliki lokasi, pelaksana, kebutuhan pendanaan, ukuran keberhasilan, dan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Dalam pidato bertema Indonesia's Food System Transformation, Zulhas juga memaparkan perkembangan sektor pangan Indonesia serta agenda untuk menjaga keberlanjutannya.
"Posisi Indonesia sebagai negara yang menawarkan peluang kerja sama untuk menghubungkan ketahanan pangan, penurunan emisi, dan investasi," tutupnya.