Sebagai Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Zulhas juga mendorong penyederhanaan aturan dan tata kelola agar perdagangan karbon dapat diimplementasikan dengan tetap menjaga kredibilitasnya.

Penguatan kerangka tersebut membuka jalan bagi hasil penurunan emisi yang terukur untuk memperoleh nilai ekonomi dan menarik pembiayaan.

OJK juga telah memperbarui aturan perdagangan karbon melalui bursa, termasuk ketentuan pencatatan unit karbon dalam Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

"Di sektor pangan, peluang yang ditawarkan mencakup pengembangan budidaya padi rendah emisi. Indonesia ingin memperkuat ketahanan pangan sambil mengembangkan praktik pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya dan lebih rendah emisi. Agar dapat diterapkan secara luas, perubahan tersebut memerlukan teknologi, pembiayaan, kepastian pasar, dan manfaat yang jelas bagi petani," ungkapnya.

Di sektor persampahan, Zulhas menyampaikan pemerintah mendorong investasi pada fasilitas pengolahan sampah yang dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi atau nilai ekonomi.