Kondisi ekonomi keluarga membuat Kamudi tidak memiliki banyak pilihan selain berharap pemerintah membantu kepulangan putrinya.
Kamudi mengatakan dirinya hanya dapat berdoa sambil menunggu adanya tindakan dari pemerintah. Ia berharap pemerintah daerah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Indramayu hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, turut membantu menangani persoalan yang dihadapi anaknya.
"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta semoga anak saya bisa pulang ke Indonesia," kata Kamudi di kediamannya, Jumat (11/9/2026).
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah merespons informasi mengenai Nadia yang ramai diperbincangkan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja ke luar negeri.