NADIKABAR.COM — Digitalisasi membuka peluang bagi koperasi desa dan kelurahan untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempermudah transaksi. Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen di luar wilayahnya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyebut digitalisasi kini menjadi kebutuhan nyata di berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, hingga kehutanan yang menjadi basis ekonomi masyarakat desa.

"Digitalisasi bukan hanya soal internet, tetapi bagaimana teknologi digunakan secara nyata di berbagai sektor. Jika sebelumnya cukup dengan pengetahuan dan pengalaman, kini harus diperkuat dengan dukungan teknologi yang tepat guna," ujar Edwin.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Diskusi Digitalisasi Koperasi untuk Kesejahteraan Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Koperasi Pesantren Al Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/5) lalu.

Langkah Komdigi ini sejalan dengan penguatan sistem tata kelola digital di Kementerian Koperasi. Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, menegaskan bahwa KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di berbagai wilayah kini dilengkapi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).

"Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang modern, Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota," ujar Riza dalam Workshop Media "Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna" di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/5).

Inovasi dan Adaptasi Digital KDKMP Banjarsari