Penerapan inovasi dan adaptasi digital dalam tata kelola koperasi tercermin pada Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Surakarta. Koperasi lokal tersebut terbukti mampu berkembang pesat melalui pengembangan usaha ritel, kemitraan warga, hingga pemanfaatan platform digital.

Sekretaris KKMP Banjarsari, Jampit Ludiro Sri Pamungkas menyampaikan modal awal koperasi berasal dari simpanan pokok dan wajib anggota. Seiring berjalannya waktu, koperasi mengembangkan gerai ritel serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak.

"Awalnya operasional gerai dilakukan di garasi mobil ketua. Dari sana kami merintis usaha ritel kecil, kemudian secara bertahap berevolusi menjadi koperasi yang bermitra dengan masyarakat. Untuk periode Januari sampai Agustus 2026, total omset yang berhasil kami dapatkan sudah mencapai lebih dari Rp400 juta," ujar Jampit beberapa waktu lalu.

Kehadiran KKMP Banjarsari juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para pelaku usaha lokal. Salah satu penerima manfaat, Gustini, mengaku mengalami lonjakan omzet sejak bergabung menjadi anggota koperasi.

Sebagai produsen jajanan tradisional untir-untir dan onde-onde, ia memasarkan produknya melalui gerai fisik serta aplikasi MyKopkel. Integrasi pemasaran digital dan fisik tersebut tak hanya memperluas jangkauan pembeli hingga ke luar Banjarsari, tetapi juga meningkatkan nilai omzet.

"Alhamdulillah meningkat. Sebelumnya kalau penjualannya itu omzetnya itu sekitar Rp 500 (ribu) sampai Rp 700 (ribu) dalam jangka 3 hari 4 hari. Sekarang Rp 1 juta sampai Rp 1,2 juta," ungkap Gustini.