NADIKABAR.COM — Pelaksana Tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani menyampaikan bahwa digitalisasi dalam penyelenggaraan layanan perlindungan sosial atau Perlinsos menuai respons positif dari masyarakat.

"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan, sekitar 70 sampai 80 persen responden menunjukkan ketertarikan dan penerimaan positif terhadap layanan ini," katanya kepada NadiKabar pada Rabu.

"Secara umum, respons masyarakat positif dan mereka merasa terbantu dengan adanya digitalisasi perlindungan sosial," kata Dewi.

Penerapan sistem digital Perlinsos dapat memangkas birokrasi dalam penyelenggaraan program bantuan sosial pemerintah bagi warga yang membutuhkan.

Sistem digital tersebut memungkinkan warga mengakses layanan tanpa harus mengantre, melalui proses panjang, dan mengeluarkan ongkos transportasi.

"Yang cukup menarik, semakin banyak masyarakat yang mulai penasaran dan ingin mencoba Perlinsos. Ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap layanan perlindungan sosial yang lebih mudah diakses dan lebih transparan," ujar Dewi.