Momen haru menyeruak saat jenderal bintang tiga tersebut membacakan puisi karyanya yang berjudul "Surat Cinta untuk Bumi Lancang Kuning". Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan betapa beratnya berpamitan dari negeri yang telah menjadi bagian dari sanubarinya.

"Raga mungkin berlayar menuju hulu yang lain, tetapi sebagian hatiku telah menetap di sini. Melayu telah mengajariku bahwa kekuasaan bukan untuk menundukkan, melainkan merawat yang rapuh dan menenangkan yang berselisih," ucapnya penuh emosional.

Acara diakhiri dengan petuah amanah dari Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, dilanjutkan doa keselamatan dan foto bersama seluruh undangan yang hadir.