NADIKABAR.COM — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar Majelis Melepas Kepindahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan. Mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolda Riau tersebut, jenderal bintang tiga ini membacakan puisi ungkapan pamit dan terima kasih mendalam kepada masyarakat Riau.
Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, di Balairung Tenas Effendi, Kota Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026). Prosesi pelepasan disambut tradisi adat Melayu lengkap, mulai dari alunan kompang, silat penyambutan, hingga pembacaan syair dan prosesi Tepuk Tepung Tawar.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Riau, para Sultan dan Raja se-Provinsi Riau, tokoh pemuka masyarakat, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Di momen tersebut, Komjen Herry membacakan pusi berjudul 'Surat Cinta untuk Bumi Lancang Kuning'.
Dalam sambutannya, Komjen Herry Heryawan menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas tunjuk ajar, perhatian, dan persaudaraan yang diberikan masyarakat serta para pemangku adat Melayu Riau selama masa kepemimpinannya.
"Saya datang ke Riau sebagai Kapolda, tetapi saya meninggalkan Riau dengan membawa persaudaraan. Bagi saya, jabatan boleh berganti, tempat boleh berubah, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti," ujar Komjen Herry di hadapan para datuk dan tokoh masyarakat.
Herry Heryawan menyampaikan kehadirannya di hadapan para pemangku adat Melayu bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati.
"Dan saya menyadari selama menjalankan amanah sebagai Kapolda Riau tentu masih adanya kesilapan serta kekurangan. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf atas tutur kata, sikap, maupun keputusan yang mungkin kurang berkenan," ujarnya.
Ia menitipkan tiga pesan penting bagi masa depan Bumi Lancang Kuning: merawat adat, menjaga masyarakat, dan melindungi alam semesta. Pengalaman memimpin di Riau, menurutnya, menjadi landasan kuat dalam mematangkan konsep Green Policing yang kini didorong menjadi program nasional hingga tingkat Polres dan Polsek di seluruh Indonesia.
Momen haru menyeruak saat jenderal bintang tiga tersebut membacakan puisi karyanya yang berjudul "Surat Cinta untuk Bumi Lancang Kuning". Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan betapa beratnya berpamitan dari negeri yang telah menjadi bagian dari sanubarinya.
"Raga mungkin berlayar menuju hulu yang lain, tetapi sebagian hatiku telah menetap di sini. Melayu telah mengajariku bahwa kekuasaan bukan untuk menundukkan, melainkan merawat yang rapuh dan menenangkan yang berselisih," ucapnya penuh emosional.
Acara diakhiri dengan petuah amanah dari Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, dilanjutkan doa keselamatan dan foto bersama seluruh undangan yang hadir.