NADIKABAR.COM — Raksasa teknologi dunia mulai dari Apple, Nvidia, AMD, Google, Microsoft, Amazon, Tesla, hingga Qualcomm dikabarkan tengah mengevaluasi node proses manufaktur semikonduktor 14A (angstrom) terbaru buatan Intel.

Evaluasi masif ini menjadi angin segar sekaligus pengujian paling krusial bagi lini bisnis pabrikan (foundry) Intel untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pesaing utama pabrikan asal Taiwan, TSMC.

Laporan riset dari firma analis Piper Sandler mengungkap bahwa daya tarik node 14A milik Intel dipicu oleh terbatasnya kapasitas produksi chip canggih global:

Meski proses evaluasi dari raksasa teknologi menunjukkan sinyal positif, manajemen Intel menegaskan tidak akan berinvestasi secara membabi buta tanpa kepastian kontrak komersial.

Chief Executive Intel, Lip-Bu Tan, memperingatkan bahwa perusahaan tidak segan untuk menghentikan pengembangan node 14A dan generasi penerusnya jika gagal menggaet klien eksternal skala besar. Tan menyatakan tidak ekonomis bagi Intel untuk melanjutkan manufaktur canggih tanpa jaminan komitmen serta pemenuhan pilar target dari pelanggan.

Guna menyokong kesiapan infrastruktur node 14A, Intel telah menyiapkan langkah finansial dan teknis:

Jika berhasil mengonversi evaluasi Apple hingga Nvidia menjadi kontrak produksi nyata, Intel berpeluang besar merebut pangsa pasar manufaktur semikonduktor canggih yang selama ini didominasi oleh node N2 dan A16 milik TSMC, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Sabtu (26/9/2026).