Dinas Pertanian Kabupaten Solok berharap penambahan bibit tersebut dapat mendukung perluasan areal tanam dan mempercepat pencapaian target pengembangan kopi di daerah itu.
Ia menjelaskan, apabila seluruh target penanaman seluas 2.000 hektare telah terealisasi, Kabupaten Solok diharapkan mampu menghasilkan kopi dalam jumlah yang lebih besar.
Peningkatan produksi tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi kopi asal Kabupaten Solok untuk menembus pasar ekspor.
Menurut Deslirizaldi, peluang pengembangan kopi cukup terbuka karena permintaan konsumen terhadap komoditas tersebut dinilai masih tinggi.
Dengan demikian, perluasan lahan dan penambahan bibit menjadi bagian penting dalam mempersiapkan produksi kopi daerah agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Dinas Pertanian Kabupaten Solok berharap pengembangan budidaya kopi dapat meningkatkan produksi perkebunan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi petani melalui pemasaran hasil panen yang lebih luas.