Selain itu, penularan juga bisa berlangsung lewat tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh bagian mata, hidung, maupun mulut.

Risiko penularan tercatat lebih tinggi ketika berada di dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk serta tingkat kepadatan orang yang tinggi.

Beberapa lingkungan seperti sekolah, tempat penitipan anak, fasilitas kesehatan, dan lokasi dengan kontak erat menjadi area yang memerlukan perhatian khusus.

Lonjakan kasus infeksi ini secara langsung berpotensi memicu peningkatan kunjungan pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan daerah.

Untuk itu, Dinkes Bali mengimbau masyarakat yang mulai merasakan gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, atau kelelahan ekstrem agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

Warga juga dianjurkan memperbanyak waktu istirahat, mencukupi kebutuhan air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya sayur dan buah.