Mengingat kondisi fisik pasien dinilai stabil dan berstatus sebagai peserta BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit menyarankan agar perawatan dilanjutkan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai dengan prosedur operasional standar BPJS.

Atas persetujuan untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih cepat, pihak RSI Nashrul Ummah kemudian memfasilitasi pengantaran pasien menggunakan ambulans menuju Klinik Rawat Inap Sartika Lamongan.

"Karena pasien mempunyai BPJS, kami sarankan ke faskes pertamanya untuk bisa tindak lanjut rawat inap di sana sesuai protokol. Kemudian pasien kami antarkan dengan ambulans ke Klinik Rawat Inap Sartika dan BPJS-nya aktif," tuturnya.

Pihak rumah sakit menyebutkan, kondisi pasien masih terpantau stabil saat tiba di Klinik Sartika. Namun, pada pagi hari berikutnya, kondisi kesehatan pasien mengalami penurunan hingga akhirnya dirujuk kembali ke RSI Nashrul Ummah melalui sistem rujukan resmi BPJS.

Di RSI Nashrul Ummah, pasien langsung mendapat penanganan darurat di IGD sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang High Care Unit (HCU) untuk pemantauan intensif akibat kondisinya yang terus memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Sudah dirujuk dari Sartika melalui sistem BPJS ke sini. Jadi dari awal kami pindahkan ke Sartika sampai pasien ini meninggal, BPJS aktif 100 persen dan sesuai prosedur rujukan BPJS," tegas dr. Indah.

Selain menjelaskan alur rujukan, dr. Indah juga mengklarifikasi keterlibatan Puskesmas Sukodadi. Berdasarkan data rekam medis dan koordinasi internal, pasien diketahui belum pernah melakukan pemeriksaan atau perawatan di Puskesmas Sukodadi terkait riwayat penyakit terakhirnya.

Manajemen RSI Nashrul Ummah berharap penjelasan ini dapat memberikan kepastian informasi kepada publik serta meluruskan persepsi mengenai standar pelayanan medis dan kepatuhan prosedur rujukan yang telah dijalankan.

Sebelumnya, keluarga almarhum Teguh, warga Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi mengeluhkan pelayanan Puskesmas Sukodadi yang diduga mempersulit proses penanganan medis saat pasien membutuhkan rujukan.