"Untuk jelasnya nanti bisa dikonfirmasi kepada dokter yang terakhir merawat," ujarnya.
YS yang merupakan warga Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda. dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. Ibunya, Sindhy Jumatun (25), mengaku telah membawa YS berobat ke rumah sakit hingga puskesmas sebelum akhirnya menjalani rawat inap. Sindhy mengatakan, gejala sesak napas mulai dialami anaknya sekitar sepekan sebelum meninggal.
Sindhy mengatakan anaknya tak punya riwayat asma maupun penyakit bawaan yang berkaitan dengan pernapasan. Dia mengatakan anaknya punya keterlambatan tumbuh kembang dan peradangan pada mata, sehingga harus menjalani kontrol rutin setiap dua pekan.