NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan kematian balita berinisial YS (1 tahun 2 bulan), yang meninggal setelah mengalami sesak napas, bukan disebabkan oleh dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terkait kasus tersebut.
"Sehubungan dengan adanya kasus bayi di wilayah Bukuan, Kota Samarinda, yang kemarin Diberitakan, kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan melakukan surveilans kepada rumah sakit terakhir di mana bayi tersebut meninggal. Dipastikan bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena karhutla," kata Ismed, Sabtu (17/10/2026).
Meski begitu, Ismed tidak merinci kondisi medis yang dialami YS sebelum meninggal dunia. Dia menyarankan agar informasi mengenai penyebab pasti kematian balita tersebut dikonfirmasi kepada dokter yang terakhir merawatnya.