Nathaniel Hutagaol, menjelaskan peristiwa bermula saat ANW dan temannya, DYP mengunjungi kelab pada Sabtu, 12 September dini hari.

Mereka kemudian diajak seorang pramusaji, untuk masuk meramaikan ruang private yang ditempati BP dengan jaminan situasi aman.

Namun, situasi berubah saat ponsel korban tertinggal di luar. Ketika kembali ke ruangan dan mendapati temannya sedang ke toilet, BP disebut langsung menarik tangan korban ke arah toilet kelab malam tersebut.

Korban ANW menegaskan, sempat memberikan perlawanan fisik saat dugaan pemaksaan itu terjadi.