NADIKABAR.COM — ANW dan DYP, pelapor kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama penyanyi Betrand Peto, merampungkan pemeriksaan di Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya.
Didampingi tim kuasa hukumnya, Nathaniel Hutagaol dan Deki Patria, ANW dan DYP mendapat kurang lebih 23 pertanyaan dari penyidik terkait laporan yang ia layangkan.
"Pertanyaan di dalamnya dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi. Jadi tadi sudah menyerahkan beberapa bukti juga. Dan hari ini pun dua orang saksi sudah diperiksa juga dalam perkara ini," ujar Deki Patria usai menemani pemeriksaan kliennya, di Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.
Di hadapan media, ANW melalui Nathaniel Hutagaol secara tegas membantah rumor yang menyebut bekerja sebagai Lady Companion (LC) atau pemandu lagu.
Nathaniel menegaskan, profesinya sama sekali tidak ada kaitan dengan isu tersebut dan meminta publik untuk tidak menggiring opini negatif.
"Kami mau menghimbau kepada semua teman-teman, ya. Bahwa korban ini adalah wanita pekerja. Punya kerjaan sebagai karyawan, dan dia juga kuliah. Jadi banyak yang nganggep dia bahwa LC, cewek bar. Bukan, ya!" lanjut Nathaniel Hutagaol.
Sementara itu ANW dan DYP hanya tertunduk dengan hoodie hitam dan abu-abu yang menutupi setengah bagian tubuhnya.
Keduanya juga menggunakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajah.
Adapun ANW dan DYP hadir untuk pemeriksaan sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka hadir didampingi oleh tim kuasa hukum memilih terdiam tanpa kata.
Seperti diketahui, kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama putra Ruben Onsu, Betrand Peto (BP) menghebohkan publik belakang ini. Seorang wanita berinisial ANW (26) resmi membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya atas kasus yang terjadi di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan tersebut.
Nathaniel Hutagaol, menjelaskan peristiwa bermula saat ANW dan temannya, DYP mengunjungi kelab pada Sabtu, 12 September dini hari.
Mereka kemudian diajak seorang pramusaji, untuk masuk meramaikan ruang private yang ditempati BP dengan jaminan situasi aman.
Namun, situasi berubah saat ponsel korban tertinggal di luar. Ketika kembali ke ruangan dan mendapati temannya sedang ke toilet, BP disebut langsung menarik tangan korban ke arah toilet kelab malam tersebut.
Korban ANW menegaskan, sempat memberikan perlawanan fisik saat dugaan pemaksaan itu terjadi.