Pernyataan tersebut sekaligus mencerminkan tantangan diplomasi Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Kepemimpinan Prabowo-Gibran berlangsung di tengah lanskap politik global yang semakin kompleks. Fragmentasi perdagangan global serta persaingan untuk mengakses energi, sumber daya strategis, dan teknologi mendorong negara-negara menata kembali kemitraan internasional.
Dalam situasi tersebut, diplomasi ekonomi semakin erat kaitannya dengan upaya mempertahankan kepentingan nasional dan memperkuat posisi dalam tatanan internasional.