NADIKABAR.COM — Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani mengingatkan para lulusan perguruan tinggi untuk bersiap menghadapi ancaman ketidakpastian di era disrupsi teknologi digital.
Dalam kegiatan Wisuda Program Sarjana Terapan dan Diploma III Angkatan ke-16 Tahun 2026, Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) di Jakarta pada Selasa, ia menyoroti perkembangan digital yang sangat pesat mampu mengubah perspektif kehidupan hingga menciptakan fenomena disrupsi yang tak terduga (disorienting dilemma) di berbagai sektor industri dan masyarakat.
"Dunia digital itu menjadi disorienting dilemma. Sesuatu yang mengubah perspektif kita itu tentang pendidikan, tentang kehidupan, dan sebagainya. Pendeknya, kehidupan kita itu tidak sama lagi dengan kelahiran digital di tengah-tengah kita," katanya.
Najib mendorong para lulusan baru untuk melihat disrupsi ini tidak hanya sebagai ancaman, melainkan sebagai sebuah momentum untuk melahirkan inovasi dari hal-hal yang sebelumnya dipandang sebelah mata.