Ia mencontohkan bagaimana fenomena digitalisasi telah berhasil mengangkat eksotisme masyarakat suku Baduy serta mengubah lanskap industri transportasi ojek konvensional menjadi kekuatan ekonomi digital berskala besar.
Maka dari itu, para lulusan diarahkan untuk dapat mengoptimalkan ekonomi kreatif yang nantinya bisa mendongkrak potensi ekonomi negara.
"Adik-adik mungkin pernah kesana, Baduy luar atau Baduy dalam. Apa yang kemudian membuat Baduy berubah? Awalnya tidak pernah tersentuh oleh dunia. Tidak ada listrik, tidak ada radio, tidak ada TV, tidak ada motor, dan sebagainya. Tetapi yang mengubah satu hal, Instagram. Jadi, berbeda dengan media sosial lain, Instagram itu lebih menampilkan aspek visual. Instagram bisa menampilkan masyarakat Badui di dua dunia secara berbeda pada saat bersamaan," ungkap dia.
Untuk menghadapi ketidakpastian tersebut, Najib menegaskan bahwa para lulusan baru harus senantiasa memegang teguh karakter kepemimpinan, keluhuran budi pekerti, dan kemauan untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner).