Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. Fadhilah menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai tempat masyarakat menitipkan doa dan cita-cita yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

"APBN adalah celengan suci raksasa, tempat doa & cita-cita kita ditabung. Kelola dengan integritas & transparan, serta ajak otoritas terkait untuk menjaga & mendampingi Bakti," tuturnya.

Fadhilah turut berpesan agar para pegawai tidak kehilangan semangat ketika menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas. Dia mengajak mereka mengingat manfaat yang dirasakan masyarakat ketika akses internet hadir di sekolah, puskesmas, kantor desa, tempat ibadah, posko, hingga rumah-rumah di pelosok Nusantara.

"Kalau lelah, menepilah sebentar. Tataplah senyum masyarakat ketika internet tersambung & menghadirkan ilmu pengetahuan serta kebaikan dunia di sekolah, puskesmas, kantor desa, tempat ibadah, posko, & rumah-rumah, yang kerap terletak di gunung, lembah, rimba, atau tepi pantai paling sunyi di Nusantara," ungkap perempuan yang disapa Indah ini.

Dalam pesan perpisahan tersebut, Fadhilah juga mengungkapkan rasa bangganya pernah memimpin BAKTI bersama jajaran direksi, dewan pengawas, kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), manajemen, serta seluruh pegawai.

"Kebanggaan luar biasa pernah menakhodai BAKTI bersama BoD, Kepala SPI, manajemen, & seluruh Jong BAKTI yang hebat & solid. Saya pasti merindukan energi & kekompakan kita. Terima kasih tak terhingga, Chiefs," ucapnya.