"Dengan petunjuk seperti ini, maka petani punya kepastian, oh kalau gue tanam pasti ada yang beli, ini paling jelek Bulog harganya Rp6.500, syukur-syukur bisa di atas itu," ujarnya.

Dengan kepastian pembelian tersebut, petani memiliki jaminan pasar untuk hasil panen mereka. Bulog juga membentuk tim jemput pangan bersama sejumlah pihak untuk menyerap gabah dan jagung langsung dari petani.

Rizal menilai sinergi pemerintah, sektor pertanian, dan industri pupuk turut mendukung peningkatan produksi serta penyerapan hasil panen nasional.

"Alhamdulillah ini karena semua sinergi dari semua pihak, dari kebijakan Bapak Presiden, arahan dari Pak Menko, doktrin dari Pak Mentan yang luar biasa, sehingga kami dilecut luar biasa bisa mewujudkan swasembada badan pangan," pungkasnya.