Pihaknya juga mengirimkan pasokan tak hanya BBM subsidi Pertalite tapi juga BBM nonsubsidi Pertamax.

Adapun rata-rata konsumsi per hari Pertalite di Bali dalam kondisi normal mencapai sekitar 2.200 kiloliter dan Pertamax sekitar 1.000 kiloliter.

Sementara itu, selama antrean panjang BBM beberapa hari terakhir konsumsi Pertalite membengkak menjadi sekitar 3.000 kiloliter.

“Kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang,” ujar Simon.