Sementara, Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani menyampaikan kabut asap kiriman luar daerah kembali menyelimuti wilayah setempat, bahkan memicu penurunan jarak pandang pada kisaran 1 sampai 3 kilometer.
Kabut asap tersebut sebagai akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera dan Kalimantan. Kondisi ini dipicu angin yang dominan bertiup dari arah tenggara hingga selatan, membawa massa kabut asap dari wilayah sumber masuk ke Kepri.
"Kualitas udara di wilayah Kepri, termasuk Tanjungpinang saat ini perlu jadi perhatian bersama, karena sudah masuk kategori tidak sehat," kata Rizqi.