β€œLangkah penyesuaian selanjutnya akan mempertimbangkan hasil pemantauan lingkungan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik,” demikian Vico.

Sementara itu, Dika, orang tua murid siswa SD di kota setempat menyambut baik kebijakan perpanjangan pembelajaran jarak jauh tersebut. Ibu dua anak ini menilai kebijakan PJJ membantu melindungi anak dari paparan asap yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama pernapasan.

Meski demikian, PJJ masih menghadapi kendala, seperti jaringan internet dan keterbatasan perangkat. Namun, orang tua menilai kendala tersebut masih dapat diatasi dibandingkan risiko anak terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

PJJ juga membuat anak tidak leluasa bermain dan berinteraksi bersama teman-temannya. Kondisi itu dapat memicu kejenuhan karena anak lebih banyak beraktivitas di rumah.

"Saya berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal. Anak-anak pun diharapkan bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi yang aman dan nyaman," katanya.