Selain itu, penguatan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) serta program beasiswa juga diprioritaskan bagi pelajar di kawasan terpencil.

Kegiatan pemetaan ini dihadiri perwakilan Disdikbud Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, serta pejabat bidang pembinaan kejuruan dan perencanaan.

Upaya integrasi data antara pemerintah daerah dan DPR RI menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan anggaran pendidikan yang inklusif.

"Pengawasan dan koordinasi berkala ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi mendongkrak mutu pendidikan di seluruh penjuru Kaltim," ujar Edi Eloan.