NADIKABAR.COM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan aktivitas pelayaran kapal laut tetap berjalan aman di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meliputi wilayah setempat.

“Sejauh ini aktivitas kapal laut tidak terganggu. Kami juga sudah berkoordinasi dengan KSOP dan melakukan imbauan. Pengawasan juga lebih diperketat bersama instansi terkait, baik saat kapal berangkat maupun ketika kapal datang untuk memasuki alur Sungai Mentaya,” kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada perubahan jadwal maupun gangguan terhadap aktivitas kapal laut yang melayani wilayah Kotim. Meski begitu, pengawasan terhadap kapal yang keluar dan masuk melalui alur Sungai Mentaya terus ditingkatkan untuk menjaga keselamatan pelayaran.

Langkah tersebut dilakukan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit serta organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal yang memiliki kewenangan dalam pengawasan transportasi laut.

Menurutnya, kondisi kabut asap menjadi perhatian dalam menjaga keselamatan transportasi, sehingga koordinasi antar lembaga diperlukan untuk memastikan aktivitas pelayaran tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi di lapangan.

“Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan kapal dapat melintasi alur Sungai Mentaya dengan aman, baik ketika hendak menuju laut maupun saat memasuki kawasan perairan menuju pelabuhan Sampit,” tuturnya.

Selain keselamatan pelayaran, Dishub Kotim turut memberi perhatian terhadap kelancaran arus barang dan pasokan kebutuhan masyarakat. Hal ini karena tak sedikit pasokan logistik ke wilayah tersebut masih mengandalkan transportasi laut.

“Arus barang, sembako dan kebutuhan lainnya sebagian besar melalui kapal laut. Ini yang kami jaga dengan terus berkoordinasi bersama pihak terkait, terutama untuk pengawalan saat kapal memasuki maupun keluar dari alur Sungai Mentaya demi keselamatan barang dan penumpangnya,” ujarnya.

Raihansyah menegaskan, pasokan logistik yang diangkut menggunakan kapal laut hingga kini masih dalam kondisi aman. Oleh sebab itu, koordinasi dan pengawasan terus dilakukan agar distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan serta tidak menimbulkan gangguan terhadap ketersediaan barang di daerah.

Disamping kabut asap, ia menyebutkan terdapat faktor lain yang turut menjadi pertimbangan dalam aktivitas pelayaran, yakni kondisi gelombang laut yang mulai meningkat. Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi kapal yang melintasi perairan Laut Jawa.

Keputusan keberangkatan kapal tidak hanya mempertimbangkan kondisi di sekitar pelabuhan, tetapi juga memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang selama perjalanan.

“Untuk pasokan logistik yang menggunakan kapal sampai sekarang masih aman. Yang menjadi pertimbangan juga adalah gelombang laut yang mulai besar, sehingga proses keberangkatan kapal harus mempertimbangkan rekomendasi dan perizinan dari BMKG maupun KSOP,” jelasnya.

Dishub Kotim bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi dan kondisi cuaca guna mendukung keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik ke wilayah Kotim.

Ia juga mengimbau operator pelayaran aktif memantau perkembangan cuaca, kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan pelayaran demi memastikan keamanan dan keselamatan.