Sebelumnya, Sri diketahui terlacak berada di wilayah Ajman, UEA, setelah keluarga kehilangan komunikasi dengannya. Komunikasi terakhir berlangsung melalui panggilan video WhatsApp pada Senin (12/10).

Dalam komunikasi tersebut, Sri terlihat berada di ruangan tertutup bersama seseorang yang belum diketahui identitasnya. Saat itu, Sri mengaku sedang disekap.

Tidak lama setelah panggilan video berakhir, keluarga menerima pesan suara dari nomor tidak dikenal yang menyampaikan bahwa Sri berada dalam kondisi baik. Namun, keluarga belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

Berdasarkan penelusuran melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), tidak ditemukan data penempatan ke UEA atas nama Sri sehingga keberangkatannya diduga dilakukan secara non-prosedural.