NADIKABAR.COM β€” Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan kegiatan kesenian berupa Festival Gendang Beleq untuk menjaga agar kesenian tradisional dan kearifan lokal tidak hilang tergerus zaman modern.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Senin, mengatakan, kegiatan Festival Gendang Beleq akan dirangkaikan juga dengan Festival Kota Tua yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2026.

"Festival Gendang Beleq kami direncanakan pada 14 November, sementara Festival Kota Tua menyusul pada 16 November 2026," katanya.

​Cahya mengungkapkan, penyelenggaraan festival ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan wadah bagi para pegiat seni tradisional Gendang Beleq agar semakin mengakar di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Mataram.

​Arah tersebut, kata dia, untuk meminimalkan penggunaan "kecimol" atau sound horeg dalam berbagai acara hajatan warga, seperti pernikahan atau sunatan, dan menggantinya dengan kesenian tradisional Gendang Beleq.

Terkait dengan itu, saat ini pihaknya mulai melakukan pendataan terhadap kelompok seni Gendang Beleq di Kota Mataram. dari catatan sementara terdapat lebih dari lima grup seni Gendang Beleq yang siap berpartisipasi meramaikan festival tersebut.

"Kami memprediksi jumlahnya akan terus bertambah menjelang pelaksanaan acara," katanya.

Sementara terkait dengan Festival Kota Tua, digelar sebagai ajang promosi wisata, dan melestarikan warisan budaya dan sejarah Kota Tua Ampenan.

"Selain itu, Festival Kota Toea Ampenan juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk merayakan seni dan budaya lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM," katanya.

Cahya mengatakan, dua festival tersebut menjadi bagian dari kalender event Dispar Kota Mataram di bulan November 2026, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian pelaku UMKM di Kota Mataram.