"Halo bang, tiket berapa? 15 ribu yah?" tanya Jerome kepada petugas tiket.
"Mau ngonten yah? Kalau ngonten beda (harganya). Dilihat dari followers dan subscriber-nya," timpal seorang petugas tiket.
Petugas tiket tersebut kemudian mempertanyakan akun yang digunakan oleh konten kreator Malaysia itu. Jerome lantas memperlihatkan akun TikTok miliknya yang memiliki pengikut sebanyak 27 ribu.
"Lihat akunnya dulu. (Follower) 27 ribu di TikTok. Oh di 600 ribu. Dari Malaysia," tanya sang penjaga tiket.
Petugas tersebut kemudian menjelaskan harga tiket masuk untuk warga biasa yang tidak membuat konten. Menurutnya, terdapat perbedaan harga berdasarkan kebijakan pengelola objek wisata tersebut.
"Kalau kunjungan biasa, foto-foto, video buat story Instagram aja dengan durasi kurang dari satu menit, boleh itu tiketnya Rp15 ribu, kalau mancanegara Rp25 ribu. Kalau buat ngonten, beda (harganya)," ucap penjaga tiket.
"Oh kalau gitu saya masuk biasa aja lah," balas Jerome.
Menanggapi permasalahan tersebut, Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan petugas dari kecamatan telah melakukan pengecekan ke lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kebenaran informasi yang beredar.
"Setelah petugas kami ngecek ke sana, didapatkan informasi bahwa memang tarif itu sudah tertera lama dan bahkan ada di akunnya gitu ya. Jadi saya lihat ini benar apa nggak gitu ya. Karena kalau tidak berdasar kan pungli," ujar Vena kepada awak media, Selasa (1/9/2026).