"Bahwa sejak tahun 2020, IPM Jawa Barat turun dari ranking ke-10 menjadi ranking ke-16. Setelah ke-16, turun ke ranking ke-18. Kemudian balik lagi ke ranking 16, turun lagi mulai 2024 Pak Bey waktu jadi Pj ke ranking 15. Dan kemudian pada 2025 ini kita ke ranking 15, tetapi peningkatan IPM-nya di 2025 ini Jawa Barat tertinggi secara nasional," ucapnya.
"Nah, kita berharap IPM ini terus meningkat. Di mana problemnya? Tinggal dibaca saja kabupaten/kota mana saja yang masih memiliki IPM yang sangat berat. Kalau kota, semuanya IPM-nya sudah sangat tinggi, tapi Jawa Barat ini banyak kabupaten yang terhampar yang masih IPM-nya relatif rendah. Bagaimana cara mengejar IPM? Mengejar IPM adalah layanan dasar pemerintah untuk kabupaten/kota harus terus ditingkatkan," tambahnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti persoalan disparitas ekonomi antardaerah. Ia mencontohkan, standar kehidupan di wilayah Bekasi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Jabar seperti Kuningan, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Garut, hingga Pangandaran.