NADIKABAR.COM β€” Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat nilai ekspor komoditas rotan daerah tersebut mencapai 56,30 juta dolar Amerika Serikat (AS) selama Januari-September 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari produk furnitur.

Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting Disperdagin Kabupaten Cirebon Peni Sigiarsih mengatakan nilai ekspor tersebut, berasal dari penjualan furnitur rotan dan keranjang rotan ke berbagai negara.

β€œBerdasarkan laporan ekspor, furnitur rotan menyumbang nilai penjualan lebih dari 52 juta dolar AS, sedangkan keranjang rotan atau rattan basket angkanya 3,86 juta dolar AS,” katanya saat dikonfirmasi di Cirebon, Selasa.

Ia menuturkan produk rotan asal Kabupaten Cirebon dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Inggris, Australia, Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan.

Pasar lainnya meliputi Jepang, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Turki, Arab Saudi, Singapura dan Vietnam.

Secara bulanan, kata dia, nilai ekspor rotan pada Januari 2026 mencapai 7,03 juta dolar AS, kemudian naik menjadi 7,58 juta dolar AS pada Februari dan tercatat 7,28 juta dolar AS pada Maret.

β€œNilai ekspor tersebut turun menjadi 6,87 juta dolar AS pada April dan 5,41 juta dolar AS pada Mei, sebelum kembali meningkat menjadi 5,64 juta dolar AS pada Juni,” katanya.

Ia menyampaikan pada Juli, ekspor rotan mencapai 6,73 juta dolar AS, kemudian turun menjadi 4,80 juta dolar AS pada Agustus dan kembali naik menjadi 6,93 juta dolar AS hingga September 2026.

Ia menegaskan pemerintah daerah berupaya menjaga keberlanjutan perdagangan produk rotan, melalui pemantauan perkembangan ekspor dan perhatian terhadap peluang pemasaran di pasar internasional.

Pihaknya menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha untuk menjaga keberlangsungan industri rotan, terutama dalam memperluas pemasaran, mengenalkan produk dan menjamin pasokan bahan baku.

Ia menilai kelancaran pasokan rotan bermutu menjadi perhatian karena industri di Kabupaten Cirebon masih mengandalkan keterampilan perajin dalam menghasilkan produk secara manual, sehingga ketersediaan bahan baku turut menentukan kesinambungan produksi dan pemenuhan pesanan.

"Kami memfasilitasi promosi produk rotan melalui pameran berskala nasional maupun internasional agar kerajinan daerah semakin dikenal dan pelaku usaha berpeluang menjalin kerja sama dengan mitra bisnis baru," ucap dia.