NADIKABAR.COM — Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memanfaatkan lahan marjinal untuk ditanami komoditas singkong sebagai bahan baku bioetanol dalam rangka mendukung program ketahanan energi nasional.
"Potensi penanaman ubi kayu atau singkong di Kabupaten Garut diperkirakan seluas 25.000 - 30.000 hektare terutama pada lahan-lahan marjinal yang belum dimanfaatkan secara maksimal," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Rabu.
Ia menuturkan pemerintah pusat sedang melakukan pengembangan bioetanol dari bahan baku salah satunya singkong dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional.
Kabupaten Garut, kata dia, salah satu daerah yang didorong oleh pemerintah pusat untuk menyiapkan lahan yang siap ditanami komoditas singkong dan jagung.