NADIKABAR.COM β Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menggelar aksi bersih-bersih rumah ibadah di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi dalam menyambut peringatan hari jadi ke-21 lembaga tersebut.
βKami mengajak teman-teman di Bimas Buddha tidak hanya berhubungan dengan administrasi dalam bentuk layanan semata, tetapi juga aktivitas yang memang berada dekat dengan masyarakat,β ujar Dirjen Bimas Buddha Supriyadi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Supriyadi mengatakan kegiatan bersih-bersih ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pelayanan kepada umat serta mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga kebersihan, kenyamanan rumah ibadah.
Menurutnya, peringatan HUT ke-21 Ditjen Bimas Buddha tahun ini mengedepankan nilai-nilai kesederhanaan, kepedulian sosial, dan semangat pelayanan kepada umat.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kepedulian terhadap kebersihan serta kenyamanan rumah ibadah sebagai tempat umat menjalankan aktivitas keagamaan.
Ia mengatakan kehadiran jajaran Ditjen Bimas Buddha di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk melihat kondisi rumah ibadah secara langsung, memahami kebutuhan umat, serta memperkuat kualitas pelayanan keagamaan.
βKami mengajak semua karyawan kita, baik yang di pusat maupun di daerah, agar juga melakukan kebajikan mendekat kepada umat. Sehingga seluruh jajaran Bimas Buddha itu bukan hanya dipandang sebagai pejabat saja, namun sesungguhnya kami ini adalah pelayan umat, abdi masyarakat, abdi negara,β kata dia.
Melalui aksi tersebut, jajaran Ditjen Bimas Buddha juga berinteraksi dengan pengurus rumah ibadah dan umat untuk mendengar aspirasi serta memahami harapan mereka terhadap pelayanan pemerintah.
Sementara Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, menyampaikan rangkaian peringatan tahun ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan efisiensi sekaligus manfaat kegiatan bagi masyarakat.
βProgram-program kita itu harus seefisien mungkin, seefektif mungkin, namun berdampak kepada masyarakat,β ujarnya.
Ia menjelaskan gerakan bersih-bersih rumah ibadah juga sejalan dengan semangat ekoteologi, yakni kepedulian terhadap lingkungan yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Dalam konteks ini, kepedulian tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga kebersihan, sanitasi, dan kenyamanan tempat ibadah.
Triroso turut mengapresiasi para pengurus rumah ibadah dan umat yang berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan. Menurutnya, pengabdian sosial merupakan investasi kebaikan yang dapat memperkuat hubungan antarsesama dan menumbuhkan kepedulian di tengah masyarakat.