NADIKABAR.COM — Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Saintek Kemdiktisaintek) mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) guna memperkuat integritas tata kelola program dan pelayanan publik.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani mengatakan pencanangan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk menjalankan tugas sesuai regulasi, termasuk dalam pelaksanaan pembangunan Sekolah Garuda dan pengelolaan jurnal ilmiah.
“Kami menyadari bahwa potensi penyimpangan dapat muncul dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik. Penguatan integritas ini tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui sistem yang memastikan tidak ada ruang bagi praktek-praktek yang mencederai integritas,” kata Dirjen Najib Burhani dalam kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat pada Selasa.
Ia mengatakan besarnya nilai dalam sejumlah program prioritas Kemdiktisaintek, seperti pembangunan Sekolah Garuda menuntut komitmen seluruh pihak untuk menjaga integritas, baik melalui kepatuhan terhadap regulasi maupun penerapan praktik kerja yang benar.
Selain pembangunan Sekolah Garuda, ia juga menyoroti integritas pengelolaan dan akreditasi jurnal ilmiah yang perlu dijaga agar produksi pengetahuan nasional tidak terjebak dalam praktik jurnal predator (predatory journal).
Karena itu, ia menegaskan integritas harus menjadi landasan dalam setiap tahapan pelayanan dan pelaksanaan program kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.