Menurut dia, pencanangan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun budaya integritas secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada perguruan tinggi, dosen, peneliti, dan masyarakat.

Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat transparansi, mencegah konflik kepentingan, serta memastikan seluruh layanan diberikan secara profesional.

“Dampak langsungnya kepada stakeholder siapa pun yang menerima manfaat dari setiap layanan di lingkungan Ditjen Saintek. Tentu kami harapkan semua proses pelayanan itu dilakukan seprima mungkin dengan transparan, kemudian tidak ada konflik kepentingan apa pun, dan tentu seprofesional mungkin,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya siap untuk terus menginternalisasikan nilai-nilai integritas kepada seluruh pegawai agar pencanangan ZI-WBK tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia berharap penguatan zona integritas tersebut dapat menjadi fondasi bagi Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan mengusulkan pengakuan atas pembangunan zona integritas di tingkat kementerian maupun nasional pada tahun berikutnya.