NADIKABAR.COM — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membekali puluhan narapidana terorisme (napiter) dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan keterampilan pembuatan produk bakeri.

Pembekalan tersebut diberikan Ditjenpas bersama Densus 88 melalui kegiatan Pelatihan Kemandirian yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kembangkuning, Nusakambangan, Kamis.

Ditemui di sela kegiatan, Kepala Lapas Kembangkuning Sugeng Indrawan mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan melibatkan pihak ketiga, yakni PT Manunggal Perkasa.

"Tujuannya untuk melaksanakan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan, khususnya napiter. Kami berharap kegiatan ini memberikan solusi dan masa depan bagi mereka ketika kembali ke keluarga dan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para napiter untuk mengembangkan usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana, sehingga mampu mendukung perekonomian keluarga.

Menurut dia, pelatihan tersebut diikuti 50 napiter yang berasal dari sejumlah lapas di Nusakambangan, yakni Lapas Besi, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, Lapas Kembangkuning, dan Lapas Karanganyar.