NADIKABAR.COM β€” Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan konsentrasi utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah merealisasikan perluasan layanan transportasi jalur laut oleh Transjakarta ke Pulau Seribu.

Kendati demikian, Pramono mengatakan pihaknya juga tetap mempersiapkan regulasi hingga pendanaan untuk Transjakarta jalur udara.

β€œKonsentrasi pertama kita adalah penanganan transportasi laut, tetapi kita mempersiapkan untuk transportasi udara,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan TB Simatupang, Jakarta, Senin.

Menurut Pramono, Jakarta yang menyandang sebagai kota global juga harus mempersiapkan transportasi layaknya kota besar lainnya di dunia.

Pramono mencontohkan kota-kota besar seperti New York, London, Beijing dan sebagainya yang sudah memiliki aturan transportasi jalur udara dengan helikopter dan sebagainya.

Untuk itu Pramono menilai Jakarta juga harus mempersiapkan diri untuk menyediakan layanan tersebut melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

β€œDalam penanganan Jakarta kota global, maka hal yang berkaitan dengan transportasi udara seperti yang sekarang dilakukan di New York, London, Beijing, dan sebagainya kota-kota besar dunia, mereka mengatur dengan ada helikopter dan sebagainya,” kata Pramono.

Meski mempersiapkan Transjakarta jalur udara, namun saat ini fokus utama Pemprov DKI Jakarta adalah operasional Transjakarta jalur laut ke Pulau Seribu.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya menargetkan transisi penugasan pengelolaan transportasi laut ke Kepulauan Seribu dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun dan mulai beroperasi pada Juni 2027.

Welfizon menerangkan pihaknya telah mempersiapkan dengan kunjungan ke lima pulau, yakni Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan beberapa waktu lalu.

"Kami juga kemarin bertemu dengan operator ataupun pengusaha-pengusaha kapal tradisional. Harapan mereka adalah, berkaca dengan sistem yang ada di darat, ada peluang kerja sama dengan pelaku usaha kapal tradisional untuk bisa menjadi operator," kata Welfizon.

Dalam tahap awal, Transjakarta akan mengoptimalkan aset yang dimiliki Dinas Perhubungan DKI Jakarta, termasuk kapal, dermaga, dan fasilitas pelabuhan.

Selain itu, pembenahan sistem ticketing dan teknologi layanan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Untuk pengembangan jangka panjang, Transjakarta mempertimbangkan pola hub and spoke, yakni kapal berkapasitas besar melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu, kemudian dilanjutkan kapal pengumpan menuju pulau-pulau lainnya.

Menurut Welfizon, pengembangan layanan nantinya tidak hanya menyasar mobilitas penumpang, tetapi juga logistik dan pariwisata.

Transjakarta juga akan mengeksplorasi bisnis pendukung di luar pendapatan tiket seperti kepelabuhanan, logistik, dan pariwisata.