"Ini tahun kedua pelaksanaan dari BSA dan ini salah satu program unggulan dari Bapak Gubernur ya, yang kita harapkan ini tentu menjadi salah satu pintu masuk bagaimana Jakarta masuk jadi kota global," ujar Nirwono.

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia Endra S Atmawidjaja sebut ajang penghargaan Benyamin S Award (BSA) menjadi momentum untuk mengembalikan kebiasaan gotong royong.

"Gotong-royong, itu yang kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan yang kita bisa dapat dari BSA," kata Endra.

Salah satu juri BSA ini mengatakan Jakarta memiliki potensi yang luar biasa yakni selain bisa jadi kota global juga punya identitas lokal kuat.

"Dari penjurian hari ini kita melihat memang potensi Jakarta ini kan luar biasa, ya, menjadi kota global tapi juga punya identitas lokal yang kuat," katanya.

Identitas lokal ini menurutnya perlu dibangun bersama-sama dengan masyarakat, tak hanya oleh pemerintah.

Para lurah yang menjadi finalis BSA hari ini telah melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Dalam presentasi tersebut, sepuluh lurah finalis menunjukkan program dan inovasi unggulan mereka di empat kategori, yakni bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Endra pun melihat bahwa para lurah telah mengantongi kemampuan kepemimpinan yang bagus.

"Yang diperlihatkan oleh para lurah dengan leadership-nya itu sebuah orkestrasi yang bagus ya, sebuah wujud dari collaborative urban governance pada skala mikro," kata Endra.