Selain edukasi kepada masyarakat, Pemprov DKI meluncurkan program Duta Antihoaks Jakarta 2026. Program tersebut melibatkan 356 pelajar dari 110 sekolah tingkat SMA di Jakarta.
Dua pelajar terpilih sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026, yakni Winda dan Ibrahim. Keduanya akan menjadi mitra Diskominfotik untuk mengampanyekan literasi digital selama satu tahun ke depan.
Marulina berharap kehadiran para duta dapat membantu pemerintah menyampaikan edukasi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
"Nah, dengan adanya adik-adik Duta Antihoaks nanti satu tahun ke depan, mereka menjadi partner dari kami. Kenapa? Karena gaya bicaranya itu tidak lagi seperti gaya government style, tetapi gaya anak muda yang kami yakin mudah untuk diterima oleh masyarakat pada umumnya," tuturnya.