"Kalau di kawasan hutan tidak bisa. Dari Kementerian maupun Dinas Kehutanan keberatan mengeluarkan izin penggunaan kawasan hutan terkait kondisi jurang dan tegakan pohon yang rapat. Jadi, kami harus mencari lahan baru," ujarnya.

Arief mengatakan DLH Jabar selanjutnya akan mencari lahan alternatif di kawasan nonhutan yang memungkinkan dibangun fasilitas PSEL sesuai persyaratan, termasuk memiliki sumber air dalam kapasitas besar untuk mendukung operasional.

"Jadi mungkin kita harus cari di kawasan nonhutan, misalnya lahan terlantar tapi dengan catatan selama sumber airnya ada. Sebetulnya yang menjadi kendala utama adalah ketersediaan air," katanya.

Ia menyebut salah satu opsi sumber air berasal dari Waduk Cirata yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari lokasi yang kemungkinan digunakan, tetapi pemanfaatannya masih perlu dikaji agar tidak mengganggu pasokan listrik maupun air setempat.