NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (21/10) di zona hijau. IHSG naik 0,94% ke level 5.328,36.

Sejumlah saham menjadi penopang penguatan indeks. BBCA naik 1,44%, BREN melonjak 8%, sementara TLKM menguat 2,91%. Di sisi lain, MORA turun 6,19%, EMAS melemah 5,47%, dan ENRG terkoreksi 6,36%.

Investor asing masih mencatatkan penjualan bersih. Di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp527,80 miliar, sedangkan jika dihitung di seluruh pasar tercatat Rp70,71 miliar.

Dari 11 sektor saham, sebanyak 9 sektor berakhir menguat. Sektor Health menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,35%. Sementara sektor Technology menjadi yang paling tertekan setelah turun 1,12%.

Pergerakan positif juga terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,69% ke 52.856, S&P 500 menguat 0,58% ke 7.757, dan Nasdaq bertambah 1,05% ke 26.702.

Penguatan IHSG antara lain ditopang pergerakan saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI serta TLKM. Sentimen terkait aksi buyback turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Sementara itu, BNGA disorot menyusul kabar mengenai potensi delisting oleh CIMB Group yang memunculkan spekulasi mengenai aksi korporasi.

Di pasar global, ETF EIDO yang merepresentasikan saham Indonesia di AS naik 2,23%. Indeks MSCI Indonesia juga menguat 1,26%.

IPCC mencatat kenaikan trafik kargo konsolidasi hingga September 2026. Volumenya mencapai 1,37 juta unit, naik 19,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan trafik tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya kunjungan kapal. Hingga 9M26, jumlah kunjungan kapal mencapai 2.958 atau tumbuh 14,87% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut turut didukung penguatan jaringan terminal satelit, terutama di Banjarmasin dan Makassar.